Tekanan jual juga tercermin dari indikator MACD yang kembali melemah, menandakan momentum koreksi belum mereda. Dalam analisisnya, BRI Danareksa memperkirakan area resistance IHSG berada di level 6.635, sementara support terdekat berada di kisaran 6.220.
Jika tekanan jual terus berlanjut, pelaku pasar akan mencermati area gap di level 6.100 hingga major support di sekitar 5.900 sebagai titik krusial berikutnya.
Dari sisi domestik, keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen turut memicu kekhawatiran pasar.
Langkah tersebut dinilai dapat memperketat likuiditas dan meningkatkan cost of capital di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Selain itu, pelemahan saham-saham afiliasi Grup Barito milik Prajogo Pangestu seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga menjadi pemberat utama IHSG dalam beberapa hari terakhir.