Sentimen eksternal pun belum mendukung. Risalah rapat Federal Reserve (FOMC) menunjukkan bank sentral Amerika Serikat (AS) masih mempertahankan sikap hawkish di tengah meningkatnya risiko inflasi akibat konflik Iran.
Kondisi itu memperkuat kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi global akan bertahan lebih lama.
Di sisi lain, rupiah yang masih bergerak di kisaran Rp17.600 per USD turut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap potensi capital outflow dari pasar keuangan domestik. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.