IDXChannel - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, menyadari sepenuhnya bahwa upaya maksimalisasi kinerja tidak hanya bisa diwujudkan lewat pengoptimalan kinerja produksi.
Sebagai penopang atas upaya pengoptimalan tersebut, diperlukan juga strategi transformasi pengelolaan sumber daya manusia (SDM), dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan juga analitik data.
"Pengembangan SDM menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari strategi bisnis Perseroan, sebagai bentuk transformasi yang harus dijalankan secara maksimal dan berkelanjutan," ujar Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, dalam keterangan resminya, Jumat (19/6/2026).
Upaya transformasi tersebut, menurut Hadi, menjadi kebutuhan mendesak agar Perseroan mampu beradaptasi, berinovasi, dan tumbuh secara berkelanjutan, di tengah persaingan industri infrastruktur yang semakin kompleks.
Dalam perkembangan dunia industri saat ini, Hadi menjelaskan bahwa keberadaan human capital bukan lagi sekadar fungsi pendukung, melainkan enabler untuk pertumbuhan kinerja Perseroan secara keseluruhan.
Langkah transformasi tersebut, dikatakan Hadi, dilakukan SIG dengan diperkuat melalui pengembangan Strategic Human Capital Information System (HCIS) Framework dan People Analytics, yang mengintegrasikan strategi pengelolaan SDM dengan proses pengambilan keputusan berbasis data.
Platform tersebut juga didukung teknologi AI yang membantu perusahaan mengambil keputusan secara lebih cepat, akurat, dan sesuai kebutuhan bisnis.
"Di awal 2026, SIG telah meluncurkan platform digital Elevate yang dikembangkan secara internal, yang kami gunakan untuk mengelola seluruh siklus kinerja dan pengembangan karyawan. Fungsinya mencakup penetapan indikator kinerja utama atau key performance indicator (KPI), pemantauan capaian kerja, evaluasi kinerja, hingga perencanaan pembelajaran dan pengembangan talenta," ujar Hadi.
Tak hanya itu, digitalisasi pengelolaan SDM juga diperkuat melalui dashboard yang membantu perusahaan memantau dan menganalisis efektivitas pengelolaan biaya.
Sistem tersebut juga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Sementara pada aspek pengembangan talenta, SIG menerapkan pendekatan yang menghubungkan program pembelajaran dengan kebutuhan kompetensi bisnis.
Selain itu, SIG juga secara konsisten terus mendorong budaya inovasi melalui berbagai program dan kompetisi internal, yang terbukti telah mulai membuahkan hasil.
"Jumlah inovasi yang dihasilkan karyawan meningkat 23 persen menjadi 1.243 inovasi pada 2025. Partisipasi karyawan juga naik tiga persen menjadi 9.376 orang dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Hadi.
Dengan semakin massifnya semangat inovasi tersebut, Hadi meyakini bakal berpengaruh pada penciptaan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan nyaman, yang pada akhirnya bermuara pada penguatan fondasi bagi produktivitas, keterlibatan, dan kinerja yang berkelanjutan.
Karenanya, dikatakan Hadi, SIG akan terus memperkuat kapabilitas dan produktivitas SDM sebagai penggerak utama pertumbuhan perusahaan.
Atas berbagai inisiatif tersebut, SIG meraih tiga penghargaan dengan predikat Excellent, predikat tertinggi dalam ajang Indonesia HR Excellence, sebagai bentuk apresiasi bagi perusahaan lintas sektor yang dinilai berhasil mengelola SDM secara efektif.
"Capaian (penghargaan) ini bagi kami lebih pada bonus sekaligus bukti atas hasil positif dari segala upaya transformasi yang telah berjalan selama ini dalam lingkup kerja SIG Group," ujar Hadi.
(taufan sukma)