"Investor cukup bertanya dengan bahasa sehari-hari dalam sebuah percakapan yang berkelanjutan, dan jawabannya bersumber dari data pasar real-time dan riset kami," ujar Ricki.
Dengan seizin pengguna, Tuntun AI juga dapat membaca portofolio untuk memberikan analisis yang lebih relevan dengan kepemilikan sahamnya. Dalam hal ini, akses ke portofolio hanya diberikan atas persetujuan pengguna dan dapat dicabut kapan saja.
Misalnya, seorang investor yang melihat saham sedang ramai diperdagangkan saat jam istirahat dapat menanyakan faktor penggeraknya kepada Tuntun AI, lalu melanjutkan dengan pertanyaan soal risikonya.
Percakapan tersebut berakhir dengan daftar jelas hal-hal yang perlu ia periksa sebelum mengambil keputusan. Berdasarkan data internal perusahaan, Tuntun AI membantu pengguna memahami data pasar hingga 70 persen lebih cepat dibandingkan proses analisis konvensional.
Bahkan, Tuntun AI juga bisa dipakai dengan akun basic, tanpa perlu membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) terlebih dahulu, sehingga calon investor dapat belajar memahami saham dan pasar modal lebih dulu sebelum memutuskan untuk mulai bertransaksi.