"Usulan dividen sebesar Rp250 per saham untuk distribusi 2026," kata manajemen Matahari dalam Materi Earning Call, Sabtu (28/2/2026).
Nominal dividen tersebut lebih rendah 17 persen daripada dividen yang dibagikan pada tahun lalu sebesar Rp300. Namun, dividen ini tergolong jumbo mengingat dividend yield-nya mencapai 13 persen dengan asumsi harga saham LPPF Rp1.910 pada sesi penutupan Jumat (27/2/2026).
Hingga akhir 2025, posisi kas dan setara kas Matahari mencapai Rp448 miliar. Dengan posisi tanpa utang berbunga, perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman yang belum digunakan sebesar Rp1,7 triliun.
Sepanjang 2025, Matahari telah menjalankan sejumlah inisiatif strategis dengan memperluas koleksi SUKO dan ZES hingga memperkenalkan merek-merek di bawah MU+KU.
Di samping itu, perseroan juga menutup tujuh gerai berkinerja rendah dan membuka lima gerai mono-brand SUKO dan dua gerai mono-brand ZES, serta merilis gerai multi-brand MU+KU yang menarik segmen pelanggan baru.