IDXChannel - Perusahaan tambang emas Indonesia, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dikabarkan telah menunjuk sejumlah bank investasi untuk menggarap rencana pencatatan saham (IPO) di Hong Kong.
Informasi ini disampaikan oleh sejumlah sumber Bloomberg yang mengetahui proses tersebut.
Merdeka Gold, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2025, bekerja sama dengan Citic Securities Co., Morgan Stanley, dan UBS Group AG dalam rencana penawaran saham tersebut. Para sumber meminta identitasnya dirahasiakan karena pembahasan masih bersifat tertutup.
Pembicaraan masih berlangsung, sementara besaran dan waktu transaksi masih dalam tahap pembahasan.
Merdeka Gold, UBS, dan Citic menolak memberikan komentar, sedangkan Morgan Stanley belum menanggapi permintaan konfirmasi Bloomberg. Media IFR sebelumnya telah melaporkan rencana pencatatan saham ini.
Jika terealisasi, transaksi tersebut akan menjadi salah satu aksi korporasi yang relatif jarang, karena melibatkan perusahaan non-China yang melantai di pusat keuangan Asia tersebut.
Pada 2023, Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd. menandatangani perjanjian kerja sama dengan BEI untuk menjajaki pencatatan lintas bursa di kedua pasar.
Merdeka Gold mengoperasikan tambang emas di Sulawesi. Berdasarkan data perusahaan, tambang tersebut memiliki cadangan bijih sekitar 190 juta ton dengan kandungan emas sekitar 4,8 juta ons. Perusahaan mencatat rugi bersih sebesar USD22,3 juta pada sembilan bulan pertama 2025.
Sejak debutnya pada September lalu, saham Merdeka Gold telah melonjak lebih dari dua kali lipat, sehingga mendongkrak kapitalisasi pasarnya menjadi sekitar Rp99,91 triliun. Per Jumat (23/1/2026), harga saham EMAS berada di level Rp6.175 per unit (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.