sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Maybank Indonesia (BNII) Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp933 Miliar di Semester I-2026

Market news editor Desi Angriani
31/07/2026 19:11 WIB
Laba Setelah Pajak dan Kepentingan Nonpengendali meningkat 21,2 persen menjadi Rp698 miliar.
Maybank Indonesia (BNII) Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp933 Miliar di Semester I-2026 (Foto: dok Maybank Indonesia)
Maybank Indonesia (BNII) Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp933 Miliar di Semester I-2026 (Foto: dok Maybank Indonesia)

Namun demikian, penurunan tersebut berhasil diimbangi sebagian oleh kenaikan pendapatan fee sebesar 8,0 persen, terutama berasal dari bisnis Wealth, pembiayaan otomotif, dan layanan perbankan ritel. Dengan demikian, Gross Operating Income meningkat 1,9 persen menjadi Rp4,64 triliun. 

Pada periode tersebut, Bank berhasil menjaga efisiensi operasional. Beban operasional terkendali pada 0,8 persen, sehingga laba operasional sebelum pencadangan naik 4,7 persen menjadi Rp1,29 triliun. Pada saat yang sama, beban pencadangan membaik 19,0 persen, mencerminkan kualitas aset yang tetap sehat. Rasio Non-Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 2,1 persen (gross) dan 1,3 persen (net) pada akhir Juni 2026. 

Di sisi intermediasi, total kredit Bank tumbuh 3,8 persen menjadi Rp126,28 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan kredit Global Banking sebesar 5,0 persen menjadi Rp54,98 triliun, didorong oleh pertumbuhan pada segmen Large Local Corporates dan Business Banking. 

Sementara itu, kredit yang dikelola melalui Community Financial Services meningkat 2,9 persen menjadi Rp71,30 triliun, didukung pertumbuhan pembiayaan pada segmen SME+, pembiayaan otomotif, serta bisnis kartu kredit dan kredit tanpa agunan. Total aset Bank juga meningkat 15,6 persen menjadi Rp213,81 triliun. 

Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah meningkat 8,2 persen menjadi Rp124,10 triliun, ditopang pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) sebesar 22,4 persen. Giro tumbuh 32,1 persen, sedangkan tabungan meningkat 4,8 persen, sehingga rasio CASA naik menjadi 63,6 persen pada akhir Juni 2026 dari 56,2 persen pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, deposito berjangka menurun sejalan dengan strategi Bank dalam mengoptimalkan komposisi pendanaan. 

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement