Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato Sri Khairussaleh Ramli mengatakan, kinerja Maybank Indonesia pada enam bulan pertama 2026 mencerminkan ketangguhan model bisnis serta kemampuan Bank dalam memanfaatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui strategi yang disiplin di tengah volatilitas pasar dan ketidakpastian ekonomi global.
"Maybank Indonesia berada pada posisi yang semakin kuat untuk menangkap peluang pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik serta penerapan manajemen risiko dan pengelolaan kualitas aset yang prudent. Berpijak pada strategi ROAR30 dan integrasi entitas jasa keuangan Maybank di Indonesia, Maybank Indonesia siap menghadirkan solusi keuangan yang terintegrasi bagi nasabah serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Transformasi digital juga terus mendukung pertumbuhan bisnis. Volume transaksi melalui platform perbankan ritel Maybank2u (M2U) meningkat 20,8 persen menjadi 17,5 juta transaksi, sementara saldo tabungan digital tumbuh 23,2 persen. Pada segmen korporasi, volume transaksi melalui Maybank2E (M2E) meningkat 5,6 persen, dengan saldo giro bertambah 34,3 persen menjadi Rp44,7 triliun.
Posisi permodalan dan likuiditas Bank tetap kuat. Hingga akhir Juni 2026, Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 24,3 persen dengan rasio Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 23,2 persen. Likuiditas juga tetap sehat dengan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,6 persen, Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 138,2 persen, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 110,7 persen.
Kinerja positif juga dibukukan oleh Perbankan Syariah Maybank Indonesia. Pada semester I 2026, unit usaha syariah mencatatkan PBT sebesar Rp488 miliar, meningkat 55,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.