
Informasi saja, BIRD saat ini memiliki 20 ribu kendaraan yang terdiri dari 14 ribu kendaraan untuk taksi dan sisanya untuk segmen layanan bus hingga logistik.
Dengan potensi tersebut, BIRD meningkatkan armadanya dengan tingkat utilisasi 60,7 persen pada 2022 menjadi 72,9 persen pada 2023.
Ke depannya, BIRD menargetkan untuk dapat memanfaatkan 80-90 persen armadanya dengan mengandalkan perbaikan mobilitas pasca pelonggaran mobilitas di Jabodetabek yang merupakan wilayah yang menyumbang 85-90 persen pendapatan perusahaan.
Adapun pada 2023, BIRD menargetkan pertumbuhan topline 20-30 persen pada 2023 dengan mengoptimalkan ARPV dan tingkat pemanfaatannya.
“Optimalisasi ARPV dapat dilakukan terutama menggunakan teknologi pemetaan pesanannya yang memungkinkan setiap armada dapat melayani daerah dengan permintaan tinggi secara real-time,” tulis riset tersebut.