IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada dalam tekanan pada perdagangan Senin (30/3/2026) setelah sempat merosot lebih dari 2 persen, terseret pelemahan bursa Asia dan kontrak berjangka (futures) Wall Street di tengah meningkatnya kekhawatiran konflik Timur Tengah yang memicu risiko stagflasi global.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 11.10 WIB IHSG turun 0,45 persen ke level 7.064, setelah sempat menyentuh level terendah harian di 6.945,50 atau melemah 2,14 persen dibandingkan posisi penutupan Jumat pekan lalu.
Dengan pergerakan tersebut, IHSG tercatat sudah melemah selama tiga hari perdagangan berturut-turut.
Founder WH Project William Hartanto mengatakan tren jangka panjang IHSG sejatinya masih terjaga, meski pasar tengah diliputi ketidakpastian menjelang sejumlah agenda penting awal April.
“Secara teknikal IHSG masih uptrend terhitung sejak tahun 2008, dan masih belum terindikasi jelas apakah sudah bottoming atau belum,” kata William, Senin (30/3/2026).