sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mengapa IHSG Sangat Volatil di Kisaran Area 8.400? Ini Jawaban Analis

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
25/02/2026 14:05 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dalam beberapa hari terakhir.
Mengapa IHSG Sangat Volatil di Kisaran Area 8.400? Ini Jawaban Analis. (Foto: MNC Media)
Mengapa IHSG Sangat Volatil di Kisaran Area 8.400? Ini Jawaban Analis. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dalam beberapa hari terakhir.

Setelah melemah pada 19-20 Februari 2026, IHSG sempat menguat tajam 1,50 persen pada 23 Februari, lalu tiba-tiba terkoreksi signifikan 1,37 persen sehari berselang.

Pada Rabu (25/2) hingga pukul 13.46 WIB, indeks kembali rebound 0,80 persen ke kisaran 8.347 usai sempat bergerak naik turun secara intraday seiring volatilnya saham-saham big cap konglomerat.

Founder WH Project William Hartanto menjelaskan volatilitas IHSG tak lepas dari posisi indeks yang tengah berada di area krusial.

“Iya memang volatil sekali, terutama karena posisi IHSG yang berhadapan dengan resistance kuat di 8.400. Selama ini belum berhasil ditembus maka pergerakannya akan seperti ini,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Ia menambahkan, dinamika ini juga dipengaruhi aksi ambil untung pada saham-saham tertentu.

“Ini juga dikarenakan aksi profit taking pada saham-saham yang terdampak efek MSCI. Mereka sudah rebound, tetapi belum ada kepastian apakah akan kembali menjadi konstituen MSCI atau tidak. Makanya, banyak transaksi yang terjadi ini lebih difokuskan ke jangka pendek,” imbuh dia.

Menurutnya, kondisi tersebut tetap bisa dicermati sebagai momentum taktis, khususnya untuk pembelian di saat terjadi koreksi, meski pasar masih cenderung berhati-hati alias wait and see.

Sementara itu, pengamat pasar modal Michael Yeoh menyarankan investor untuk lebih selektif dalam memilih saham, terutama di tengah dinamika terkait MSCI.

“Fokus ke saham blue chip yang saat ini memiliki rasio price-to earnings (PE) murah dan dividen besar, karena saat ini permasalahan struktural dari MSCI bisa menjadi peluang bagi saham-saham ini,” katanya, Selasa (24/2).

Sementara, pasar keuangan Asia melesat pada perdagangan Rabu, didorong lonjakan saham-saham teknologi di berbagai bursa kawasan.

Mengutip Reuters, investor kembali mempertegas posisi pada sektor yang terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang dinilai sebagai pilihan paling aman di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, pergerakan yen juga tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar Asia.

Sentimen positif turut datang dari Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump dalam pidato kenegaraannya membanggakan kinerja pasar saham yang terus mencatat penguatan.

Ia juga menyatakan bahwa “hampir semua” negara dan perusahaan ingin tetap berpegang pada perjanjian tarif dan investasi yang sebelumnya telah dibuat dengan Washington, menandakan dukungan terhadap keberlanjutan kesepakatan tarif dan investasi yang telah disepakati sebelumnya. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement