Tekanan juga kembali terlihat pada harga nikel global. Harga nikel LME turun ke sekitar USD16.700 per ton, atau melemah 3 persen, setelah muncul kabar bahwa WBN memperoleh tambahan kuota produksi sekitar 25 juta wmt.
Tambahan tersebut berada di atas kuota yang telah dimiliki WBN sebesar 12 juta wmt. Kenaikan kuota tersebut menambah kekhawatiran terhadap pasokan bijih nikel dan menjadi salah satu faktor yang menekan harga.
Kinerja Kuartal II-2026 Belum Banyak Beri Kejutan
Dari sisi kinerja emiten, Indo Premier menilai laporan keuangan kuartal II-2026 (2Q26) sejauh ini belum memberikan kejutan besar.
Mayoritas emiten tambang yang menjadi cakupan Indo Premier masih belum merilis laporan keuangan 2Q26 secara penuh. Sejumlah perusahaan dalam grup Adaro/Alamtri dan Merdeka juga masih berada dalam proses limited review.
Namun, rendahnya ekspektasi pasar membuat respons investor terhadap sejumlah laporan keuangan justru cukup positif.