Ryan menilai saham-saham yang menjadi proxy emas masih kurang mendapat apresiasi dibandingkan saham-saham tambang nikel, terutama setelah harga emas mengalami tren penurunan sebelumnya.
Di antara saham komoditas yang menjadi cakupan Indo Premier, MDKA dan INCO menjadi pilihan utama.
Untuk MDKA, pemilihan mitra joint venture (JV) untuk proyek TB Copper dinilai berpotensi menjadi katalis re-rating saham. Kepastian mengenai mitra proyek tersebut dapat memberikan kejelasan lebih lanjut terhadap prospek pengembangan aset tembaga.
Sementara untuk INCO, tambahan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta peningkatan volume produksi bijih nikel menjadi katalis utama yang berpotensi mendorong re-rating saham. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.