AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Menguat di Awal Tahun, Analis Sebut IHSG Masih Cenderung Bergerak Sideways

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Selasa, 04 Januari 2022 16:01 WIB
IHSG cenderung bergerak sideways di rentang 6.500-6.700. Untuk peluang January Effect, market dan investor masih menunggu karena masih ada sentimen negatif.
Menguat di Awal Tahun, Analis Sebut IHSG Masih Cenderung Bergerak Sideways. (Foto: MNC Media)
Menguat di Awal Tahun, Analis Sebut IHSG Masih Cenderung Bergerak Sideways. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ditopang oleh investor yang kembali usai berlibur. Untuk perdagangan hari ini, IHSG ditutup naik 30,06 poin atau 0,45 persen ke 6.695,37.

Chief Equity Officer Jasa Utama Capital Sekuritas, Chris Apriliony mengatakan, justru penguatan yang terjadi bukan sebab adanya January Effect. Namun, masih hanya euforia setelah selesai dari liburan.

"Dengan sisa uang yang ada mereka kembali untuk masuk lagi membeli saham-saham yang ada, jadi kalau kita lihat secara volume masih belum terlalu besar ya dibandingkan dengan sebelumnya, sehingga kita melihat area 6.700 adalah area resisten yang cukup kuat," kata Chris dalam 2nd Session Closing IDX, Selasa (4/1/2022).

Menurut Chris, IHSG masih cenderung akan bergerak sideways di rentang 6.500-6.700. Untuk peluang January Effect, market dan investor masih menunggu karena masih adanya sentimen negatif.

"Masih banyak isu Omicron yang terjadi di Amerika yang cukup signifikan, lalu ada yang masuk di Indonesia sudah mulai terdeteksi penyebaran virus Omicron, ini juga menjadi salah satu sentimen negatif ditambah juga pembatasan ekspor batu bara," jelasnya.

Dengan demikian, Chris melihat investor lebih cenderung 'wait and see' setelah Desember kemarin tidak terlalu signifikan untuk window dressing, dan di Januari IHSG akan cenderung lebih bergerak melihat situasi.

"Kalau menurut saya ini merupakan kenaikan yang disebabkan koreksi di akhir Desember yang tidak sempat naik dan ini juga disaat baru mulai lagi jadi kelihatan dana mulai masuk. Untuk ke area 7.000 saya masih belum melihat ya terlebih dari penyebaran virus Omicron," katanya.

Saham-saham yang bisa dikoleksi antara lain:
BUKA 450 - 640 BUY
BSDE 1.000 - 1.200 BUY
FREN 85 - 100 BUY
BRMS 110 - 127 BUY

(TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD