AALI
11250
ABBA
74
ABDA
6500
ABMM
755
ACES
1525
ACST
390
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1470
ADMF
8500
ADMG
174
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1355
AGRO
1375
AGRO-R
0
AGRS
446
AHAP
60
AIMS
133
AIMS-W
0
AISA
306
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
494
AKRA
3380
AKSI
750
ALDO
450
ALKA
238
ALMI
264
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/03/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
515.72
2.42%
+12.19
IHSG
6338.51
1.55%
+96.72
LQ45
967.72
2.43%
+22.97
HSI
29452.57
1.63%
+472.36
N225
29663.50
2.41%
+697.49
NYSE
0.00
-100%
-15206.70
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,283
Emas
805,461 / gram

Menkeu Temukan Modus Money Laundering, Disembunyikan di Koper

MARKET NEWS
Rina Anggraeni/Sindonews
Kamis, 14 Januari 2021 11:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan berdasarkan temuannya pernah mendapati pelaku pencucian uang atau Money Laundering
Menkeu Temukan Modus Money Laundering, Disembunyikan di Koper. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Dalam pencegahan pencucian uang di Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan berdasarkan temuannya pernah mendapati pelaku pencucian uang atau Money Laundering yang ditaruh dalam koper dalam menyembunyikan barang bukti.

"Beberapa story success kami, penumpang inisial NL yang merupakan pemilik money changer. Jumlah uangnya Rp23,4 miliar yang disita dengan modus disembunyikan di koper," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (14/1/2021).

Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti tim Komite Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Serta bekerjasama dengan BNN dalam mendalami kasus pencucian uang.

"Ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama PPATK dan berkoordinasi dengan BNN. Karena diduga money changer tersebut terkait tindak pidana pencucian uang," katanya.

Sri Mulyani juag menekankan bahwa Indonesia adalah satunya negara G20 yang belum menjadi anggota Financial Action Taskforce (FATF), karena untuk menjadi anggota FATF dibutuhkan dukungan seluruh anggota.

“TPPU agar peranan observer ini bisa ditingkatkan. Akan ada evaluasi financial task force pada 1-17 maret 2021. Apabila Indonesia bisa diterima, maka Indonesia bisa menerapkan internasional cuci uang dan pendanaan terorisme. Apabila gagal Indonesia menjadi negara yang ikut tinggi terhadap pencucian uang dan terorisme," ungkapnya. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD