Tambang Emas Pani yang dioperasikan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melanjutkan proses ramp-up setelah operasi heap leach dimulai pada kuartal I-2026. Tambang tersebut memproduksi 15.594 oz emas dan 29.796 ounce perak, meningkat signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya yang masing-masing mencapai 1.818 oz emas dan 3.496 ounce perak.
Di segmen nikel melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), perseroan mencatat pertumbuhan produksi yang kuat. Produksi bijih saprolit dan limonit meningkat masing-masing 130 persen dan 87 persen secara tahunan. Produksi NPI naik 16 persen menjadi 19.505 ton nikel, sedangkan produksi HGNM mencapai 9.165 ton setara nikel dengan penjualan meningkat 30 persen secara kuartalan menjadi 10.457 ton nikel.
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, mengatakan seluruh portofolio bisnis perseroan terus menunjukkan perkembangan positif di sektor emas, tembaga, dan nikel.
"TB Gold tetap menjadi basis operasi yang kuat, Pani bergerak menuju produksi dengan volume yang lebih tinggi, Wetar mencatat perbaikan margin, dan MBMA terus mengembangkan platform nikel terintegrasi. Ke depan, kami tetap fokus pada eksekusi yang disiplin, berlanjutnya ramp-up Pani, serta pengembangan TB Copper melalui tahap feasibility study," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).
Perseroan juga mempertahankan panduan produksi 2026, yakni produksi TB Gold sebesar 80.000-90.000 oz emas, Tambang Emas Pani sebesar 100.000-115.000 oz emas, serta produksi tembaga Wetar sebesar 4.000-5.000 ton. Hingga 30 Juni 2026, MDKA memiliki kas dan setara kas setelah dikurangi kas yang dibatasi penggunaannya sebesar USD683 juta, serta fasilitas pinjaman yang belum ditarik senilai USD252,6 juta.
(Rahmat Fiansyah)