AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
0.00
-100%
-14667.32
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

Minta Rp500 Miliar ke Pertamina, Bos Peruri Buka Suara

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Selasa, 29 September 2020 11:45 WIB
Direktur Utama Perum Peruri Dwina Septiani Wijaya ditanya terkait tudingan permintaan dana Rp500 miliar ke PT Pertamina (Persero).
Minta Rp500 Miliar ke Pertamina, Bos Peruri Buka Suara. (Foto: Ist)
Minta Rp500 Miliar ke Pertamina, Bos Peruri Buka Suara. (Foto: Ist)

IDXChannel – Saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Direktur Utama Perum Peruri Dwina Septiani Wijaya ditanya terkait tudingan permintaan dana Rp500 miliar ke PT Pertamina (Persero) yang disebut untuk membuat infrastruktur tanda tangan digital atau paperless.

Dwina mengatakan, apa yang diutarakan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidaklah menjadi konsumsi para awak media.

"Terkait yang viral ini Pak, ya mungkin kalau secara detail terkait hal yang bersifat kontrak tentunya mungkin ini hal yang confidential, apalagi kami high security company. Jadi mungkin kami tidak banyak bicara di media karena nature dari high security company seperti itu,” ujar Dwina dilansir iNews, Selasa (28/9/2020).

Sebelumnya Dwina mengatakan, bahwa klien digital Peruri telah mencapai 117 entitas. “35 di antaranya adalah perusahaan pelat merah, termasuk Pertamina. Karena itu, Peruri tidak membuat perbedaan di antara klien-klien tersebut,” jelasnya.

Peruri mendukung proses digitalisasi yang tengah dibidik sejumlah perusahaan termasuk Pertamina. “Kami hanya bisa menjelaskan bahwa terkait Pertamina ini, sama seperti apa yang kami juga sudah lakukan dengan banyak klien kami yang lain, termasuk juga BUMN bahwa kami sangat mendukung semua proses digitalisasi khususnya di BUMN dan selalu berkomitmen memberikan pelayanan dan harga yang terbaik,” ungkap dia.

Sebelumnya, Ahok tengah mendorong infrastruktur tanda tangan digital atau paperless di Pertamina, kemudian Peruri meminta dana sebesar Rp500 miliar kepada Pertamina untuk dana pembuatan paperless. Padahal, Pertamina dan Peruri sama-sama perusahaan pelat merah.

"Saya lagi paksakan tanda tangan digital tapi Peruri bindeng juga masa minta Rp500 miliar untuk proses paperless di kantor Pertamina. Itu BUMN juga," ujar Ahok dalam akun YouTube POIN, Rabu (16/9/2020). (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD