IDXChannel — PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar domestik masih memiliki peluang menguat pada paruh kedua 2026 seiring mulai meredanya tekanan eksternal terhadap perekonomian Indonesia. Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan penguatan rupiah dinilai memberikan ruang yang lebih baik bagi otoritas untuk menjaga stabilitas sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah faktor domestik yang dinilai semakin menentukan arah pasar, mulai dari inflasi, stabilitas nilai tukar, kredibilitas fiskal, hingga kualitas pertumbuhan ekonomi dan laba emiten.
Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan fokus investor secara bertahap bergeser dari risiko global menuju fundamental domestik seiring berkurangnya tekanan dari eksternal.
“Ruang penguatan pasar domestik masih terbuka, tetapi dengan profil risiko yang semakin berimbang. Perhatian investor akan semakin bergeser pada kualitas pertumbuhan dan konsistensi kebijakan domestik, termasuk realisasi fiskal, perkembangan inflasi, serta efektivitas transmisi likuiditas ke sektor produktif,” ujar Rully.
Menurutnya, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, inflasi, kredibilitas fiskal, dan stabilitas nilai tukar menjadi faktor penting untuk menopang sentimen pasar pada sisa tahun ini.