"Dulu China tidak memiliki pasar modal yang kuat. Namun ketika mereka membuka pasar modal, modal murah masuk dan mampu membiayai investasi dalam jumlah besar, akhirnya China sangat besar (size ekonomi)," katanya.
Hary juga menilai perusahaan tidak dapat terus mengandalkan pembiayaan utang untuk bertumbuh karena terdapat batas kemampuan leverage. Oleh sebab itu, pasar modal menjadi solusi penting untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan melalui penawaran saham kepada publik.
"Pasar modal itu adalah super penting. Dulu sebelum ada pasar modal, saham itu dimiliki satu dua orang atau beberapa orang. Kalau mau tumbuh, kan tidak mungkin utang bank terus, utang itu ada batasnya," ujar Hary.
Dalam kesempatan tersebut, Hary turut menyoroti pentingnya literasi pasar modal di Indonesia. Ia berharap forum-forum diskusi seperti MNC Forum dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai pentingnya pasar modal bagi perekonomian nasional.
MNC Forum ke-82 dihadiri lebih dari 2.000 peserta baik secara offline maupun online. Peserta berasal dari berbagai sektor usaha dibawah naungan MNC Group, mulai dari jasa keuangan, sekuritas, asset management, consumer finance, media, hospitality, hingga pelaku industri digital.