Average selling price (ASP) AADI pada kuartal II-2026 tetap kuat di level USD75,6 per ton, meningkat 15 persen secara kuartalan dan 13 persen secara tahunan.
Kinerja EBITDA juga tercatat berada di atas ekspektasi, sementara biaya relatif stabil. Rasio pengupasan (stripping ratio) yang lebih rendah turut membantu mengimbangi kenaikan biaya bahan bakar.
BRI Danareksa menilai kenaikan harga batu bara belakangan ini lebih banyak didorong oleh kembali aktifnya permintaan dari China dan India di pasar seaborne.
Sementara itu, kekhawatiran terkait ekspor DSI mulai mereda. Dari sisi operasional, aktivitas logistik AADI melalui Kelanis juga dinilai tetap tidak terdampak.
Kemudian, divestasi Kestrel ditargetkan rampung pada akhir kuartal III-2026. Transaksi tersebut diperkirakan menghasilkan gross upfront proceeds sekitar USD888 juta, dengan potensi tambahan pembayaran yang bergantung pada perkembangan harga.