IDXChannel – Saham emiten tambang PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) pada perdagangan Rabu (9/9/2026).
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 10.27 WIB, saham AADI mendaki 3,83 persen ke level Rp12.200 per unit. Sebelumnya, saham AADI sempat menembus level ATH Rp12.250 per saham pada pukul 10.24 WIB.
Penguatan saham AADI juga tercermin dalam kinerja jangka pendek. Dalam sepekan terakhir, saham AADI telah menguat 13,85 persen, sementara dalam sebulan terakhir melonjak 32,15 persen.
Saham AADI merupakan bagian dari kelompok usaha yang terafiliasi dengan konsorsium Garibaldi ‘Boy’ Thohir dan sejumlah investor lainnya.
Di tengah penguatan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan pandangan positif terhadap prospek AADI dengan sejumlah katalis utama.
Average selling price (ASP) AADI pada kuartal II-2026 tetap kuat di level USD75,6 per ton, meningkat 15 persen secara kuartalan dan 13 persen secara tahunan.
Kinerja EBITDA juga tercatat berada di atas ekspektasi, sementara biaya relatif stabil. Rasio pengupasan (stripping ratio) yang lebih rendah turut membantu mengimbangi kenaikan biaya bahan bakar.
BRI Danareksa menilai kenaikan harga batu bara belakangan ini lebih banyak didorong oleh kembali aktifnya permintaan dari China dan India di pasar seaborne.
Sementara itu, kekhawatiran terkait ekspor DSI mulai mereda. Dari sisi operasional, aktivitas logistik AADI melalui Kelanis juga dinilai tetap tidak terdampak.
Kemudian, divestasi Kestrel ditargetkan rampung pada akhir kuartal III-2026. Transaksi tersebut diperkirakan menghasilkan gross upfront proceeds sekitar USD888 juta, dengan potensi tambahan pembayaran yang bergantung pada perkembangan harga.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, transaksi tersebut berpotensi menjadi katalis tambahan bagi aksi value unlocking sekaligus meningkatkan potensi imbal hasil bagi pemegang saham.
Dengan sejumlah katalis tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham AADI dengan target harga Rp12.400 per unit. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.