Meski memiliki dua catatan, posisi Indonesia dinilai masih cukup kompetitif dibandingkan negara Emerging Market lainnya. Sebagai perbandingan, India tercatat memiliki tujuh kriteria minus. Dengan 16 dari 18 kriteria yang bersih (nilai ++), klasifikasi Indonesia dalam kelompok Emerging Market diprediksi masih sangat layak dipertahankan.
"Mayoritas kriteria Indonesia masih solid. Kita berada di posisi yang setara dengan Malaysia atau bahkan lebih baik dari India dalam konteks aksesibilitas pasar per Juni 2026 ini," tambah riset tersebut.
Henan Sekuritas mencatat, pengumuman rapor ini langsung direspons pasar saat pembukaan IHSG pada 19 Juni 2026 di level 6.161,46. Berdasarkan kerangka peta pasar Henan Sekuritas, saat ini Indonesia berada di awal Fase Normalization dalam Siklus 8, setelah sebelumnya terkonfirmasi menyentuh titik terendah (trough) pada 8 Juni 2026 di level 5.324,14.
Para analis Henan menekankan bahwa hasil review aksesibilitas hari ini bukanlah keputusan final. Keputusan definitif mengenai klasifikasi peringkat pasar Indonesia baru akan diumumkan pada 24 Juni 2026.
"Keputusan 23 Juni nanti yang akan menjadi sinyal utama. Jika status Emerging Market dipertahankan secara definitif tanpa catatan berat, ini bisa menjadi katalis yang mempercepat normalisasi IHSG menuju target teknis di level 7.229,42," ungkap tim riset Henan.