MSCI sebelumnya juga telah menghapus enam saham dari MSCI Global Standard Index. Keenam saham tersebut yakni PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Kemudian ada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Khusus AMRT, MSCI memasukkannya ke dalam MSCI Small Cap Index dan tetap berpotensi mengalami tekanan jual asing (capital outflow) seiring FIF.
Dengan keluarnya keenam saham tersebut, saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Index tersisa 11 saham dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang memiliki bobot terbesar (22,14 persen). Jika GOTO keluar, maka konstituen asal Indonesia tersisa 10 saham saja.
(Rahmat Fiansyah)