Menurut perseroan, capaian tersebut ditopang oleh stabilnya pendapatan sewa, disiplin dalam pengelolaan biaya operasional, serta langkah ekspansi yang mulai membuka peluang sumber pendapatan baru.
Dari sisi neraca, total aset MSIE per akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp123,76 miliar, turun 4,99 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang mencapai Rp131,32 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penyesuaian nilai aset seiring biaya operasional untuk pemeliharaan aset.
Sementara itu, liabilitas turun signifikan 35,75 persen menjadi Rp11,95 miliar, mencerminkan perbaikan struktur keuangan perseroan. Di sisi lain, ekuitas meningkat menjadi Rp112,98 miliar, memperkuat fondasi permodalan perusahaan.
Perseroan juga menilai kondisi likuiditas tetap berada pada tingkat yang sehat, sehingga mampu mendukung kebutuhan operasional sekaligus menyediakan ruang untuk merealisasikan berbagai rencana pengembangan usaha.
Secara operasional, MSIE mencatat tingkat okupansi properti mencapai 100 persen sepanjang 2025. Capaian tersebut menunjukkan kuatnya hubungan jangka panjang dengan institusi pendidikan yang menjadi penyewa utama aset perseroan.