IDXChannel – PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) berhasil membalikkan kinerja keuangan menjadi positif sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp254 juta seiring pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya operasional, serta kontribusi awal dari ekspansi usaha yang dijalankan.
Berdasarkan paparan publik tahunan perseroan yang telah disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), MSIE mencatat pendapatan sebesar Rp6,79 miliar pada 2025, meningkat 5,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain mencetak laba bersih Rp254 juta, perseroan juga membukukan laba komprehensif sebesar Rp257 juta, menandai pemulihan profitabilitas di tengah tantangan industri properti pendidikan.
Manajemen menyebut 2025 sebagai tahun pemulihan kinerja dengan posisi keuangan yang semakin kuat.
"2025 menjadi tahun pemulihan profitabilitas dengan laba bersih positif dan posisi keuangan yang semakin kuat," demikian disampaikan manajemen dalam paparan publik tahunan, dikutip Minggu (14/6/2026).
Menurut perseroan, capaian tersebut ditopang oleh stabilnya pendapatan sewa, disiplin dalam pengelolaan biaya operasional, serta langkah ekspansi yang mulai membuka peluang sumber pendapatan baru.
Dari sisi neraca, total aset MSIE per akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp123,76 miliar, turun 4,99 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang mencapai Rp131,32 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penyesuaian nilai aset seiring biaya operasional untuk pemeliharaan aset.
Sementara itu, liabilitas turun signifikan 35,75 persen menjadi Rp11,95 miliar, mencerminkan perbaikan struktur keuangan perseroan. Di sisi lain, ekuitas meningkat menjadi Rp112,98 miliar, memperkuat fondasi permodalan perusahaan.
Perseroan juga menilai kondisi likuiditas tetap berada pada tingkat yang sehat, sehingga mampu mendukung kebutuhan operasional sekaligus menyediakan ruang untuk merealisasikan berbagai rencana pengembangan usaha.
Secara operasional, MSIE mencatat tingkat okupansi properti mencapai 100 persen sepanjang 2025. Capaian tersebut menunjukkan kuatnya hubungan jangka panjang dengan institusi pendidikan yang menjadi penyewa utama aset perseroan.
Selain menjaga kualitas aset melalui renovasi dan peningkatan fasilitas gedung pendidikan di Surabaya, MSIE juga mulai merealisasikan ekspansi operasional ke Bali, khususnya di kawasan Canggu, melalui penyewaan lahan untuk kegiatan pendidikan.
Manajemen menilai langkah tersebut tidak hanya memperluas cakupan operasional, tetapi juga membuka potensi sumber pendapatan baru di masa mendatang.
Memasuki 2026, perseroan tetap optimistis terhadap prospek bisnis seiring meningkatnya permintaan terhadap layanan pendidikan internasional di Indonesia. MSIE berencana melanjutkan diversifikasi portofolio properti pendidikan ke luar Surabaya, menjaga tingkat okupansi aset, serta memperluas basis penyewa guna memperkuat ketahanan bisnis.
Di tengah sejumlah tantangan, seperti ketergantungan terhadap penyewa utama dan potensi kenaikan biaya operasional, perseroan akan terus menerapkan efisiensi biaya dan mengembangkan aset di wilayah baru guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
(Shifa Nurhaliza Putri)