Pada kuartal I-2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp6,7 triliun atau meningkat 21,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara laba bersih tercatat Rp158,9 miliar, tumbuh 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen menilai ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik telah mendorong perubahan pola belanja pelanggan menjadi lebih selektif. Untuk merespons kondisi tersebut, perseroan menjalankan sejumlah langkah adaptif guna menjaga pertumbuhan bisnis.
Perseroan melihat, pengaktifan proyek-proyek strategis pemerintah dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) akan membuka peluang lebih lebar kepada MTDL untuk menawarkan rangkaian solusi teknologi ke sektor publik dan korporasi.
“Selain dari proyek-proyek strategis pemerintah, kebutuhan industri untuk menekan pengeluaran, modernisasi data, memastikan keamanan siber, dan memanfaatkan cloud untuk berbagai proses bisnis juga akan menciptakan permintaan layanan kepada Perseroan,” tutup Susanto.
Ke depan, Metrodata akan memperkuat strategi pertumbuhan melalui perluasan portofolio produk dan layanan, peningkatan interaksi dengan pelanggan, serta pengembangan lini usaha yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income). Dengan kombinasi pertumbuhan bisnis dan pembagian dividen yang konsisten, MTDL berupaya menjaga daya tarik sahamnya di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak.
(Shifa Nurhaliza Putri)