Kedua, meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan. Ketiga, menarik minat investor baru serta memberikan akses yang lebih luas bagi investor ritel, dan keempat, meningkatkan daya saing perseroan yang dapat memberikan pengaruh positif terhadap posisi perseroan di pasar modal.
Selain itu, manajemen MLPT menyampaikan, rencana pelaksanaan stock split tidak akan mengubah hak maupun nilai kepemilikan saham yang dimiliki oleh para pemegang saham. Jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional sesuai dengan rasio stock split, sehingga tetap mencerminkan nilai ekonomi yang setara dengan kondisi sebelum pelaksanaan stock split.
"Struktur kepemilikan saham perseroan tetap terjaga, sementara harga per saham menjadi lebih terjangkau bagi investor," katanya.
Selanjutnya, sehubungan dengan rencana stock split ini, perseroan akan meminta persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya diselenggarakan pada 29 Juni 2026.
(Dhera Arizona)