sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Nagita Sebut RANS Ingin IPO Sejak 2021, Tapi Tunggu Momentum Pertumbuhan Industri Konten

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
10/07/2026 12:35 WIB
Nagita Slavina mengungkapkan rencana IPO sudah ada sejak 2021. Tapi hal itu ditunda karena menunggu momentum pertumbuhan industri konten.
Nagita Sebut RANS Ingin IPO Sejak 2021, Tapi Tunggu Momentum Pertumbuhan Industri Konten. (Foto: Yudhistiro Pranoto/IMG)
Nagita Sebut RANS Ingin IPO Sejak 2021, Tapi Tunggu Momentum Pertumbuhan Industri Konten. (Foto: Yudhistiro Pranoto/IMG)

IDXChannel - Direktur Utama PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), Nagita Slavina, mengungkapkan bahwa rencana membawa perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebenarnya telah disiapkan sejak 2021.

Namun, perusahaan baru memutuskan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2026 setelah menilai kesiapan internal perusahaan dan prospek industri berada pada momentum yang tepat.

Nagita menjelaskan, langkah menuju IPO telah dirancang sejak RANS memperoleh investasi dari salah satu anak usaha Grup Emtek pada 2021. Masuknya investor strategis tersebut menjadi titik awal perusahaan membangun fondasi menuju perusahaan terbuka.

"Visi misi kita untuk menuju IPO itu sudah ada dari 2021. Saat itu kami bertemu dengan beberapa private investor dan akhirnya berjodoh dengan salah satu anak perusahaan Emtek yang berinvestasi di RANS. Dari situ kami mulai membangun impian suatu hari nanti bisa menuju IPO," ujar Nagita dalam konferensi pers usai pencatatan saham RANS di Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, selama lima tahun terakhir RANS fokus memperkuat tata kelola perusahaan, menyusun struktur manajemen, serta mematangkan model bisnis agar siap menjadi perusahaan publik.

Selain faktor kesiapan internal, Nagita menilai pertumbuhan industri kreatif dan perilaku konsumen saat ini menjadi alasan kuat bagi RANS untuk melantai di bursa.

Ia melihat industri konten lokal dan bisnis berbasis pengalaman (experience) sedang berkembang pesat. Maraknya penyelenggaraan berbagai acara serta meningkatnya minat generasi muda terhadap aktivitas berbasis pengalaman dinilai membuka peluang bisnis yang besar.

"Kami melihat pertumbuhan industri konten lokal dan juga experience sekarang lagi berkembang. Event lagi banyak, masyarakat terutama Gen Z kami lihat spending-nya lebih banyak di experience-based event. Commerce juga lagi luar biasa, produk lokal semakin banyak peminatnya," katanya.

Nagita menilai perpaduan antara kesiapan perusahaan dan momentum pertumbuhan industri tersebut merupakan kesempatan yang tidak datang setiap saat. "Dua momentum ini datang bersamaan dan tidak datang dua kali. Jadi kami cukup yakin bahwa memang ini adalah saatnya untuk IPO," ujarnya.

Ke depan, RANS juga memperkuat bisnis produk konsumen sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru. Nagita mengatakan perseroan akan mengembangkan berbagai produk yang dekat dengan karakter pendirinya, termasuk produk kecantikan dan perawatan diri.

Menurutnya, pengembangan lini produk konsumen tersebut sejalan dengan strategi perusahaan untuk menciptakan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan di luar bisnis konten digital dan hiburan.

"Produk-produk yang berhubungan dengan kami, terutama saya sebagai perempuan, seperti skincare dan wewangian, menjadi salah satu fokus yang ingin kami kembangkan. Kami melihat ini sejalan dengan visi perusahaan agar bisnis RANS menjadi lebih sustain ke depannya," tutur Nagita.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement