sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Nasdaq Dibuka Menguat, Saham SpaceX dan Super Micro Melonjak

Market news editor Rahmat Fiansyah
21/10/2026 21:52 WIB
Indeks saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026), dipimpin Nasdaq seiring meningkatnya minat investor terhadap saham AI.
Indeks saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026), dipimpin Nasdaq seiring meningkatnya minat investor terhadap saham AI. (Foto: Ist)
Indeks saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026), dipimpin Nasdaq seiring meningkatnya minat investor terhadap saham AI. (Foto: Ist)

IDXChannel - Indeks saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026), dipimpin Nasdaq seiring meningkatnya minat investor terhadap saham terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Optimisme tersebut muncul setelah SpaceX dan Super Micro Computer merilis kinerja serta proyeksi keuangan yang positif, meski saham Netflix tertekan akibat prospek laba yang mengecewakan.

Saham SpaceX melonjak 10,7 persen setelah pendiri sekaligus CEO Elon Musk menyebut penggabungan perusahaan antariksa tersebut dengan Tesla sebagai ide yang bagus. SpaceX juga membukukan laba pertamanya sejak menjadi perusahaan publik. Saham Tesla turut menguat 3,7 persen.

Sementara itu, saham Super Micro Computer melesat 12 persen dan menjadi penguat terbesar di indeks S&P 500. Produsen server AI tersebut memproyeksikan pendapatan dan margin laba kuartalan di atas ekspektasi Wall Street, mengindikasikan permintaan infrastruktur AI masih kuat. Saham Hewlett Packard Enterprise (HPE) naik 3 persen, sedangkan Dell Technologies menguat 5 persen.

Kinerja kedua perusahaan tersebut meredakan kekhawatiran investor mengenai profitabilitas investasi AI yang sempat memicu aksi jual saham sektor tersebut pada pekan lalu. Namun, kehati-hatian masih terlihat pada saham operator pusat data CoreWeave yang turun 2,4 persen.

"Pada tahap ini, penting untuk berfokus pada faktor-faktor yang memengaruhi laba. Kinerja keuangan perusahaan penting. Inflasi juga penting karena memengaruhi langkah Federal Reserve berikutnya," ujar Direktur MarketTerminal.com, Adam Sarhan dikutip dari Reuters.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement