Dari hasil konversi sumber daya menjadi cadangan, Prospek Anjing Hitam memiliki cadangan sebesar 7,7 juta ton dengan kadar seng 12,5 persen dan timah hitam 7,3 persen. Sementara Prospek Lae Jehe memiliki cadangan sekitar 10 juta ton dengan kadar seng 6,4 persen dan timah hitam 3,8 persen.
"Untuk tahap awal, kami akan mengembangkan Prospek Anjing Hitam terlebih dahulu, sedangkan Lae Jehe masih akan dilakukan pengeboran lanjutan untuk memperoleh data kadar mineral yang lebih detail," katanya.
Terapkan Tambang Bawah Tanah dan Sistem Backfill
Widianto menegaskan DPM akan menerapkan metode penambangan bawah tanah dengan kombinasi metode longhole stoping dan cut and fill. Melalui metode tersebut, ruang bekas tambang akan diisi kembali menggunakan material tailing yang telah diolah.
"Material tailing tidak dibuang atau ditempatkan di permukaan, tetapi dipisahkan terlebih dahulu antara cairan dan padatan. Cairannya digunakan kembali dalam proses pengolahan, sedangkan padatannya dicampur semen lalu dipompa kembali ke dalam lubang tambang sebagai material backfill," katanya..
Pada tahap produksi, DPM merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan dengan kapasitas 1 juta ton bijih kering per tahun dari deposit Anjing Hitam. Produk akhir yang dihasilkan berupa konsentrat seng, konsentrat timah hitam, dan konsentrat sulfur yang selanjutnya akan dijual kepada perusahaan pemurnian atau smelter.