Perubahan tersebut membuat komposisi laba ANTM semakin bergeser ke nikel.
Sucor mempertahankan proyeksi pendapatan ANTM sebesar Rp128,1 triliun pada 2026 dan Rp135,4 triliun pada 2027, dengan dukungan kuota bijih nikel yang lebih tinggi serta harga feronikel yang tetap kuat.
Laba bersih diproyeksikan mencapai Rp10 triliun pada 2026, tumbuh 39 persen secara tahunan, kemudian menjadi Rp10,7 triliun pada 2027 atau meningkat 7 persen.
Sucor menilai capaian semester I-2026 yang sudah mencapai 64 persen dari proyeksi laba setahun penuh memberikan ruang bagi kinerja ANTM untuk melampaui perkiraan apabila harga nikel tetap kuat dan peningkatan produksi berjalan sesuai rencana.
Sucor pun mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp5.500. Target tersebut mencerminkan valuasi 11,7 kali price-to-earnings (P/E) 2026.
Risiko utama yang perlu diperhatikan adalah pelemahan harga komoditas, lambatnya peningkatan volume produksi, serta perubahan kebijakan yang memengaruhi penjualan bijih nikel maupun operasional hilirisasi. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.