AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Obligasi Rp1,4 Triliun Milik BMTR Dapat Peringkat idA

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Senin, 14 Juni 2021 13:49 WIB
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idA (Single A) untuk Obligasi Berkelanjutan II-2020 yang diterbitkan PT Global Mediacom Tbk.
Obligasi Rp1,4 Triliun Milik BMTR Dapat Peringkat idA. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idA (Single A) untuk Obligasi Berkelanjutan II-2020 yang diterbitkan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) senilai maksimum Rp1,4 triliun dan peringkat idA(sy) untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan II-2020 senilai maksimum Rp600 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/6/2021). Pefindo menetapkan peringkat idA untuk Obligasi Berkelanjutan II-2020 milik BMTR senilai maksimum Rp1,4 triliun tersebut akan diterbitkan selama dua tahun sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran (31 Agustus 2020) sampai 31 Agustus 2022.

"Peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari BMTR, serta Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2020. Peringkat tersebut berlaku untuk periode 9 Juni 2021 sampai 1 Juni 2022," tulis Direktur Utama Pefindo, Salyadi Saputra dalam keterangan resmi Pefindo kepada Direktur Keuangan BMTR, Ruby Panjaitan.

Hasil rapat Panitia Pemeringkat Pefindo yang juga dilakukan pada 9 Juni 2021 menyebutkan bahwa Sukuk Ijarah Berkelanjutan II-2020 milik BMTR senilai maksimum Rp600 miliar tersebut mendapatkan peringkat idA(sy). Sukuk ini akan diterbitkan selama dua tahun sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran (31 Agustus 2020) sampai 31 Agustus 2022.

Peringkat untuk sukuk tersebut berlaku selama periode 9 Juni 2021-1 Juni 2022. "Instrumen pendanaan syariah dengan peringkat idA(sy) mengindikasikan bahwa kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dalam kontrak pendanaan syariah dibandingkan emiten Indonesia lainnya, adalah kuat," ujar Salyadi.

Namun demikian, lanjutnya, peringkat tersebut kemungkinan akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan instrumen yang peringkatnya lebih tinggi. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD