sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

OJK dan BEI Bakal Temui MSCI Senin Sore, Harap Ada Kesepakatan Bersama

Market news editor Anggie Ariesta
02/02/2026 05:03 WIB
OJK memastikan otoritas pasar modal Indonesia telah siap sepenuhnya melaksanakan pertemuan krusial dengan lembaga indeks global, MSCI, pada Senin (2/2/2026).
OJK dan BEI Bakal Temui MSCI Senin Sore, Harap Ada Kesepakatan Bersama. (Foto: iNews Media Group)
OJK dan BEI Bakal Temui MSCI Senin Sore, Harap Ada Kesepakatan Bersama. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, memastikan bahwa otoritas pasar modal Indonesia telah siap sepenuhnya untuk melakukan pertemuan krusial dengan lembaga indeks global, MSCI, pada Senin (2/2/2026) sore.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk memberikan konfirmasi atas seluruh permintaan transparansi yang sebelumnya sempat menjadi poin keberatan pihak MSCI.

“Saya terinfo kemungkinan di waktu sore hari besok,” kata Hasan saat ditemui awak media, Minggu (1/2/2026).

Hasan menegaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan internal, seluruh persyaratan yang diajukan oleh global index provider tersebut dapat dipenuhi oleh pihak Indonesia.

"Kami sudah memberikan instruksi kepada tim kami di OJK dan SRO. Dan terkonfirmasi per hari ini seluruh concern atau katakanlah permintaan dari pihak indeks provider global itu, setelah kami periksa, tidak ada yang tidak bisa kita hadirkan dan sanggupi," ujar Hasan.

Hasan berharap pertemuan besok akan langsung membuahkan hasil berupa pernyataan resmi atau kesepakatan bersama yang mampu meredam gejolak pasar.

Direktur BEI Jeffrey Hendrik yang juga akan mendampingi OJK dalam pertemuan tersebut. Dia merinci beberapa poin strategis yang akan dibawa ke meja perundingan.

Salah satunya terkait keterbukaan data nama pemegang saham (shareholders name) di bawah 5 persen, sebuah langkah radikal untuk menyesuaikan standar bursa Indonesia dengan bursa global.

Selain itu, BEI berkomitmen merombak klasifikasi investor dari yang semula hanya 9 kategori menjadi lebih detail sesuai ekspektasi MSCI, mencakup entitas seperti Sovereign Wealth Fund (SWF) hingga Private Equity (PE).

Otoritas menargetkan kesepakatan dengan MSCI dapat tercapai secepat mungkin pada bulan ini demi memulihkan kepercayaan investor asing. Jeffrey Hendrik pun menghimbau agar pelaku pasar tetap tenang dan rasional saat bursa dibuka kembali besok pagi.

"Saya dengan tim dan OJK juga akan hadir. Kami tidak pada posisi memperkirakan pergerakan indeks, yang kami yakinkan adalah tidak ada persoalan sama sekali. Semuanya baik-baik saja," kata Jeffrey.

Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada sore hari tersebut akan menjadi penentu bobot saham Indonesia dalam indeks global nantinya tetap dipertahankan atau mendapatkan penyesuaian baru yang lebih menguntungkan pasca-reformasi integritas bursa.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement