IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Keuangan di Denpasar, Bali. Pembentukan Indonesia Financial Center (IFC) di daerah Kura-Kura Bali itu berpeluang memperdalam pasar keuangan nasional (financial deepening).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan, OJK bersama Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan Danantara sedang mencari formula agar IFC dapat menjadi pusat keuangan global yang dapat mendukung ekonomi domestik. Oleh karena itu, kawasan tersebut harus mampu menarik investor global.
"Pembentukan Financial Center di Indonesia, ini tentu saja untuk sebagai akselerator untuk market deepening. Jadi kan ini PR kita semua nih bagaimana kita memperdalam pasar keuangan di Indonesia," katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (7/5/2026).
Friderica menitikberatkan IFC di KEK Bali ini juga bisa menjadi pusat inovasi layanan keuangan yang terintegrasi dengan produk dan kegiatan yang lebih luas. Dengan demikian, pusat keuangan ini bisa memberikan ruang untuk mengkapitalisasi pasar dan mengimplementasikan produk serta layanan baru di sektor keuangan.
Salah satunya regulasi mengenai Exchange Traded Fund (ETF) emas yang diterbitkan OJK untuk memperkuat struktur pasar modal nasional dan membangun ekosistem bullion di Indonesia pada April 2026.
"Kami juga punya rencana untuk memperluas structure product yang saat ini hanya ada untuk suku bunga dan juga nilai tukar. Kemudian kita juga akan mendorong perluasan kegiatan usaha dari lembaga jasa keuangan itu sendiri," urainya.
Pemerintah menargetkan KEK Kura Kura Bali sebagai Indonesia Financial Center (IFC). Bercokolnya pusat keuangan di Tanah Dewata tersebut digadang-gadang untuk memperkuat arus investasi, baik domestik maupun asing.
Terkini, pemerintah mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK sektor keuangan di Bali, yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan, mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang dapat menarik investor global.
Pada Jumat (1/5/2026) lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani, serta Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, menyambangi KEK di Bali tersebut untuk mencanangkan pendirian IFC. Pemerintah menargetkan nilai investasi di KEK Kura Kura Bali sebesar Rp104,4 triliun.
(Rahmat Fiansyah)