Frederica menambahkan, perbaikan yang dilakukan otoritas juga merupakan respons terhadap perhatian dari lembaga indeks global seperti MSCI. Menurutnya, sejumlah kebijakan tersebut dapat menimbulkan dampak jangka pendek, termasuk potensi penyesuaian (rebalancing) dalam indeks MSCI.
"Ini mungkin memberikan dampak sementara, semacam short-term pain. Tapi ke depan, fundamental pasar kita akan semakin kuat," kata dia.
Di sisi lain, OJK melihat ketahanan pasar mulai meningkat seiring peran investor domestik yang kian besar. Dalam satu tahun terakhir, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat bertambah sekitar 5 juta single investor identification (SID).
(NIA DEVIYANA)