Tidak hanya itu, investor global juga mengkhawatirkan terkait aspek tata kelola dan integritas di pasar modal Indonesia. Hal itu terjadi karena adanya keraguan terhadap tingkat investability pasar modal RI, terutama terkait kesesuaian data free float saham yang tersedia di publik dengan realitas di lapangan.
Hasan mengaku, sebelumnya investor global mengalami kesulitan untuk mendapatkan saham-saham yang menjadi anggota indeks karena indikasi ketidaksesuaian data kepemilikan saham yang selama ini disampaikan.
"Kombinasi faktor global, persoalan transparansi, integritas informasi, serta tantangan likuiditas inilah yang akhirnya memicu koreksi signifikan terhadap IHSG," kata dia.
Namun demikian, Hasan mengatakan volatilitas di pasar saham bukanlah fenomena baru. Hal tersebut merupakan siklus yang menjadi momentum untuk membangun fondasi dan tata kelola yang lebih baik untuk menciptakan pertumbuhan di kemudian hari.
"Menjadi pelajaran penting bahwa integritas tidak boleh dikorbankan demi pertumbuhan jangka pendek," ujar Hasan.
(NIA DEVIYANA)