Segmen perawatan luka mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 16 persen, didorong oleh peningkatan volume penjualan dan peluncuran produk baru Isoplast. Segmen antiseptik dan dialisis tumbuh 9,6 persen, didukung oleh kenaikan volume penjualan serta peluncuran produk baru.
Segmen bioteknologi dan laboratorium membukukan pertumbuhan tertinggi sebesar 30 persen. Lalu segmen diagnostik dan peralatan medis mengalami penyesuaian sebesar 7 persen sejalan dengan dinamika permintaan pasar.
Kinerja ini mencerminkan stabilitas model bisnis OMED yang didukung oleh portofolio produk yang terdiversifikasi serta jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia.
Memasuki tahun 2026, OMED mempertahankan pandangan yang konstruktif terhadap prospek pertumbuhan industri alat kesehatan nasional meskipun dihadapkan pada tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik dan potensi tekanan harga energi.
OMED menargetkan pendapatan sekitar Rp2,3 triliun pada 2026 atau tumbuh di kisaran 10–15 persen. Selain itu, perseroan juga menargetkan margin laba bruto berada pada kisaran awal 30 persen dan Penjualan ekspor mencapai USD1-USD1,5 juta.