sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Panca Budi (PBID) Optimistis Pasokan Bahan Baku Tetap Aman di Tengah Konflik Timteng

Market news editor Rahmat Fiansyah
10/05/2026 21:00 WIB
PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) memastikan pasokan bahan baku biji plastik saat ini tetap aman di tengah konflik Timteng.
PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) memastikan pasokan bahan baku biji plastik saat ini tetap aman di tengah konflik Timteng. (Foto: Ist)
PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) memastikan pasokan bahan baku biji plastik saat ini tetap aman di tengah konflik Timteng. (Foto: Ist)

IDXChannel - Produsen kantong plastik, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) memastikan pasokan bahan baku biji plastik saat ini tetap aman di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah (Timteng).

Direktur Utama Panca Budi, Tan Hendra mengatakan, suplai biji plastik yang selama ini berasal dari nafta, produk turunan minyak bumi saat ini aman secara global. Pasokan bahan baku saat ini semakin terdiversifikasi mulai dari minyak, shale gas, hingga batu bara.

"Saat ini, pasar biji plastik dunia justru mengalami oversupply. Kehadiran pabrik naptha cracker baru menambah banjir pasokan di pasar domestik, sehingga kami optimistis ketersediaan bahan baku tetap terjaga," katanya dalam Public Expose dikutip Minggu (10/5/2026).

Dia mengungkapkan, harga biji plastik pada 2025 cenderung turun karena oversupply. Namun, harganya sempat melonjak hingga 70-80 persen saat awal konflik Timteng, meski saat ini sudah mulai terkoreksi.

Panca Budi memiliki strategi dengan melakukan diversifikasi pemasok (supplier) bahan baku hingga 4-5 supplier cadangan, sehingga tak terlalu bergantung pada satu produsen. Selain itu, persediaan bahan baku selama ini terus dijaga di level yang aman untuk menghindari panic buying saat harga tiba-tiba melonjak.

Perseroan juga memiliki efisiensi biaya yang tinggi. Dengan volume pembelian bahan baku yang besar, perseroan memperoleh harga terbaik dan memiliki kemampuan melakukan averaging down menggunakan stok yang ada saat harga pasar fluktuatif.

Hendra justru lebih khawatir dengan potensi inflasi jika bahan baku mengalami kelangkaan. Secara fundamental, bagi Panca Budi, pasokan biji plastik sangat aman karena diversifikasi teknologi dan kondisi oversupply secara global.

"Tantangan utama dalam situasi perang bukanlah kelangkaan bahan baku plastik, melainkan dinamika perubahan harga dan dampaknya terhadap inflasi yang dapat menggeser daya beli pasar," katanya.

Dari sisi kurs, Panca Budi juga telah menyiapkan strategi dalam menghadapi pelemahan rupiah. Saat ini, eksposur utang valas dalam denominasi dolar AS sangat rendah. Di samping itu, perseroan memiliki mekanisme harga berbasis dolar AS di mana meskipun transaksi di pasar menggunakan rupiah, harga jual harian langsung menyesuaikan dengan kurs yang berlaku saat itu.

Panca Budi juga memiliki fasilitas lindung nilai (hedging) yang digunakan secara terukur untuk memitigasi fluktuasi kurs yang ekstrem. Dengan demikian, pergerakan kursi tidak akan mengganggu fundamental perseroan dan profitabilitas secara drastis.

Sepanjang 2025, Panca Budi membukukan penjualan sebesar Rp5,19 triliun, turun 1,14 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp5,25 triliun. Penurunan kinerja top line tersebut membuat laba bersih tergerus 17 persen dari Rp485 miliar menjadi Rp401 miliar.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement