Selain angka inflasi, pasar turut mencermati potensi kebijakan pemerintahan Donald Trump yang akan resmi menjabat pada 20 Januari.
Melansir Investing, Senin (13/1/2024), kebijakan seperti tarif perdagangan dan pengetatan imigrasi dinilai dapat mengancam perdagangan global serta mendorong tekanan inflasi.
Kondisi ini berlangsung di tengah sikap Federal Reserve yang masih berhati-hati terhadap prospek suku bunga. Data terbaru dari LSEG menunjukkan ada peluang penurunan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 26 basis poin sepanjang 2025.
Imbal hasil (yield) US Treasury pemerintah AS dengan tenor panjang juga masih berada di level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, sehingga turut memperburuk sentimen pasar.
(DESI ANGRIANI)