Dalam pelaksanaan buyback, perseroan akan menggunakan dana internal alias bukan dari pinjaman atau dana
hasil penawaran umum.
"Pelaksanaan pembelian kembali saham tidak memiliki dampak negatif yang material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan," tulis manajemen Astra dalam keterbukaan informasi, Jumat (13/3/2026).
Sebelumnya, Astra telah merealisasikan buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp2 triliun pada periode 19 Januari hingga 25 Februari 2026.
Dalam periode tersebut, perseroan menyerap sebanyak 104,85 juta saham dengan total nilai Rp685 miliar, yang mencerminkan harga pembelian rata-rata Rp6.533 per saham.
Aksi ini merupakan kelanjutan dari program buyback sebelumnya dengan nilai maksimal Rp2 triliun, di mana seluruh dana tersebut telah terserap untuk membeli 305,21 juta saham.