IDXChannel - Sejumlah indikator kredit utama Eropa memburuk pada Senin (2/3/2026) dengan indeks kredit korporasi junk regional mencapai imbal hasil tertinggi sejak November 2025. Ini terjadi akibat kekhawatiran investor terkait konflik di Timur Tengah dan kerentanan pasar kredit swasta.
Seiring dengan melemahnya sentimen pasar, investor beralih dari aset berisiko seperti kredit, cryptocurrency, dan saham.
Dilansir dari Reuters, Selasa (3/3/2026, Indeks iTRAXX Europe Crossover, yang mencerminkan biaya asuransi terhadap risiko kegagalan pembayaran atas utang korporasi berimbal hasil tinggi, naik hampir 11 bps menjadi sekitar 270 bps, setelah mengalami kenaikan mingguan terbesar sejak awal Oktober 2025.
Indeks iTRAXX Europe Main, yang mengukur kredit berkategori investasi, naik 1,5 bps menjadi sekitar 57 bps, kenaikan terbesar sejak pertengahan Oktober.
Kegagalan perusahaan pembiayaan hipotek Inggris pekan lalu menambah kekhawatiran investor terkait lonjakan tingkat utang korporasi yang terkait dengan booming kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta standar pinjaman.
Sebagian besar pinjaman ini berasal dari pasar kredit swasta, yang umumnya kurang transparan dan likuid dibandingkan pasar publik, dan lebih rentan macet jika terjadi guncangan pada sistem keuangan.
“Jangan sampai melupakan segala hal yang terjadi di pasar kredit (di mana selisih suku bunga dalam beberapa kasus sangat tipis), dan risiko yang sudah diketahui (sulit diukur) yang dalam beberapa pekan terakhir semakin mencuat ke permukaan yaitu pasar swasta dan paparan bank melalui portofolio pinjaman mereka terhadap lembaga keuangan non-bank,” kata Ekonom utama Saltmarsh Economics David Owen.
(Nur Ichsan Yuniarto)