IDXChannel - Harga minyak dan gas melonjak pada Senin (2/3/2026), seiring perang udara Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran meluas dan dinilai berpotensi berlangsung berminggu-minggu.
Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa konflik tersebut dapat mengganggu pemulihan ekonomi global dan kembali memantik inflasi.
Alhasil, indeks saham global tertinggal dibandingkan saham AS, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS naik akibat kekhawatiran inflasi.
Kontrak berjangka (futures) minyak ditutup melonjak tajam setelah serangan Israel dan AS ke Iran serta aksi balasan Teheran memaksa penutupan fasilitas minyak dan gas di Timur Tengah serta mengganggu pelayaran di Selat Hormuz yang krusial. Investor juga mencermati berapa lama perang ini akan berlangsung.
Harga minyak mentah AS atau WTI ditutup naik 6,28 persen ke USD71,23 per barel. Sementara Brent ditutup di level USD77,74 per barel, melesat 6,68 persen.