“Pasar tampaknya menilai akhir dari situasi ini akan terjadi lebih cepat daripada nanti, dengan WTI berpotensi diperdagangkan di bawah USD70 dan Brent sudah turun lebih dari USD5 setelah sempat mencetak level tertinggi lebih dari satu tahun di USD82,37 pada pembukaan Minggu malam,” kata analis Mizuho, Robert Yawger, dikutip Dow Jones Newswires.
Menurut dia, produksi minyak memang belum dihentikan. Namun, lalu lintas kapal tanker di Teluk Persia sempat dihentikan sebagai langkah pencegahan.
“Semakin lama Selat Hormuz secara efektif tertutup bagi pelayaran, semakin besar kemungkinan harga minyak akan terus merangkak naik,” ujarnya.
Sementara itu, indeks saham global MSCI turun tipis 4 0,45 persen ke posisi 1.051,97, setelah sempat memangkas pelemahan. Sebelumnya, indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 1,35 persen pada hari yang sama.
Setelah sempat merosot lebih dari 1 persen, indeks S&P 500 berbalik menguat tipis pada perdagangan sore, ditopang sektor energi, pertahanan, dan teknologi.