IDXChannel - Harga minyak dunia diperkirakan masih bergerak volatil pada sepekan ke depan, seiring berlanjutnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang membayangi pasokan global.
Pada sepekan lalu, harga minyak ditutup menguat di tengah kekecewaan pasar karena Selat Hormuz belum kembali dibuka.
Kondisi ini menjaga kekhawatiran gangguan pasokan tetap tinggi, meski kenaikan harga mulai tertahan oleh optimisme hati-hati terkait rencana perundingan lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad.
Analis pasar energi, Frank Walbaum, dikutip Dow Jones Newswires, menilai kebuntuan yang berkepanjangan berpotensi terus menopang harga minyak.
“Kebuntuan yang berlanjut dapat mempertahankan tekanan kenaikan harga karena gangguan pasokan masih terjadi, sementara terobosan diplomatik yang signifikan bisa memicu koreksi,” ujarnya.