Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi 3,78 persen ke level 4.904 pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Tekanan pasar juga tercermin dari 624 saham yang melemah, sementara hanya 57 saham menguat.
Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp760 miliar, terutama pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Meski demikian, sejumlah indikator ekonomi domestik menunjukkan perkembangan positif. Surplus perdagangan Indonesia pada September tercatat sebesar USD3,36 miliar, sedangkan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Oktober meningkat menjadi 54,0.
Dari sisi valuasi, IHSG saat ini diperdagangkan pada rasio forward price-to-earnings (P/E) sekitar 7,3 kali dan price-to-book value (P/BV) sebesar 1,36 kali. Wilbert menilai penurunan valuasi tersebut lebih mencerminkan proses de-rating akibat tekanan arus dana.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan potensi revisi estimasi laba perusahaan, terutama pada saham perbankan berkapitalisasi besar yang memiliki ekspektasi pertumbuhan laba relatif tinggi.