Di sisi lain, Mirae Asset memperkirakan ketidakpastian klasifikasi Indonesia dalam MSCI masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar. Skenario dasar perusahaan sekuritas tersebut adalah kemungkinan reklasifikasi Indonesia menjadi Standalone Market.
Potensi perubahan klasifikasi tersebut diperkirakan dapat menempatkan dana asing sebesar USD8 miliar hingga USD11 miliar dalam risiko, termasuk potensi arus keluar pasif (forced passive outflow) sekitar USD3 miliar. Risiko ini terutama terkonsentrasi pada sembilan saham kategori MSCI Standard.
Berdasarkan pengalaman historis negara-negara yang mengalami penurunan klasifikasi pasar, Mirae Asset memperkirakan masih terdapat potensi tekanan lanjutan sekitar 20 persen dalam denominasi dolar AS hingga keputusan MSCI pada Juni 2027. Meski demikian, proyeksi tersebut merupakan skenario berbasis pengalaman historis dan besaran penurunannya dapat berbeda di setiap negara.
Mirae Asset menilai pendekatan investasi yang selektif dengan mempertimbangkan fundamental, likuiditas, dan valuasi masing-masing emiten tetap menjadi faktor penting bagi investor dalam menghadapi dinamika pasar saham domestik.
(Shifa Nurhaliza Putri)