Selain konsumsi domestik yang menyumbang sekitar 53-54 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi menjadi pilar kedua yang harus terus dijaga melalui pasar modal yang sehat. Rosan juga menegaskan valuasi saham yang tinggi bukanlah persoalan selama terbentuk secara wajar melalui mekanisme pasar yang transparan.
"Pasar modal kita adalah pasar modal tidak hanya besar dari size, tidak hanya besar dari pertumbuhan pasar modal, kita ini adalah pertumbuhan yang transparan, berkualitas, dipercaya dengan ekuitas yang tinggi. Dan semua harga pembentukan di dalam pasar modal ini murni adalah pembentukan dari demand dan supply yang ada yang masuk ke dalam pasar modal kita," kata Rosan.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya peran seluruh pemangku kepentingan, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dalam menjaga kualitas dan integritas pasar modal.
"Peran dari OJK, dari Bursa, dari KSEI, dari KPEI, dan dari kita semua ini menjadi sangat penting karena kita punya kepentingan yang sama bagaimana bursa kita ini tumbuh tidak hanya dari segi market cap, tapi juga dari kualitas dari bursa kita ini adalah kualitas yang baik dan benar," ujarnya.
Dia pun menilai adanya perkembangan yang terjadi di pasar modal Indonesia dalam beberapa hari terakhir ini menjadi momentum yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas, transparansi, akuntabilitas.
(Febrina Ratna Iskana)