AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Pasar Uang Asia Kebakaran, Rupiah Cs Kompak Melemah di Awal Februari 2022

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 02 Februari 2022 09:50 WIB
Hingga pukul 09:08 WIB, mata uang Garuda tergelincir -3 poin atau -0,02% di Rp14.334 per 1 dolar Amerika Serikat
Pasar Uang Asia Kebakaran, Rupiah Cs Kompak Melemah di Awal Februari 2022 (FOTO:MNC Media)
Pasar Uang Asia Kebakaran, Rupiah Cs Kompak Melemah di Awal Februari 2022 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Mengawali awal Februari 2022, nilai mata uang rupiah di pasar spot tergelincir pada sesi pagi perdagangan Rabu (2/2/2022). 

Hingga pukul 09:08 WIB, mata uang Garuda tergelincir -3 poin atau -0,02% di Rp14.334 per 1 dolar Amerika Serikat 

Pasar uang di kawasan Asia Pasifik sebagian besar berada di zona merah atas dolar AS, seperti Yuan China stagnan 0,00% di 6,3610, Yen Jepang koreksi -0,02% di 114,74, dan Baht Thailand turun -0,02% di 33,195. Dolar Hong Kong terpuruk -0,02% di 7,7951, dan Dolar Australia menanjak 0,19% di 0,7139. 

Adapun Won Korea Selatan anjlok -0,10% di 1.203,63, Ringgit Malaysia tak bergerak 0,00% di 4,1855, dan Dolar Singapura tergelincir -0,03% di 1,3490. Peso Filipina turun -0,37% di 51,120, dan Dolar Taiwan jatuh -0,08% di 27,807. 

Kurs Asia tampak mengikuti jejak indeks dolar yang pagi ini tampak tertekan  -0m13% di 96,25, setelah diombang-ambingkan isu kenaikan suku bunga Federal Reserve. Penurunan tersebut terjadi setelah reli ke level tertingginya hingga 97,44 baru-baru ini. 

Di Eropa, mata uang Euro mendapat pemicu dari kenaikan yields obligasi, seperti yields tenor 10 tahun di Jerman yang menembus area tertingginya sejak medio 2019. Ini terjadi setelah pasar Eropa membaca dampak inflasi yang tinggi akan memicu spekulasi bahwa bank sentral Eropa kemungkinan akan memperketat kebijakan moneter lebih awal. 

"Inflasi yang tinggi di Jerman memicu kenaikan ekspektasi suku bunga di Eropa," kata Ekonom Capital Economics, Jonas Goltermann, dilansir Reuters, Rabu (2/2/2022). 

Demikian juga, yields 10-tahun di Inggris yang juga menanjak jelang kenaikan suku bunga dari Bank of England pekan ini. Hal itu membuat pound terdorong ke 1,3522 setelah tiga sesi sebelumnya naik. 

Semua hal ini menunjukkan bahwa Fed AS bukan satu-satunya bank sentral yang hawkish. Goltermann menilai pasar masih terus membaca seberapa besar kemampuan otoritas di AS dapat mengendalikan inflasi.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD