IDXChannel - Lembaga pemeringkat Pefindo menurunkan rating PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) dan obligasi II yang beredar menjadi idB dari idBBB-.
"Prospek atas peringkat perusahaan dipertahankan di negatif," tulis Pefindo dalam laman resminya, Selasa (21/4/2026).
Pefindo menjelaskan, pemeringkatan ini menindaklanjuti hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang menyetujui ADCP untuk menunda pembayaran kupon Obligasi Il yang jatuh tempo pada Mei 2026, Agustus 2026, November 2026, Februari 2027, dan Mei 2027.
Di mana ADCP berencana untuk melunasi kupor yang ditunda tersebut pada saat jatuh tempo pokok Obligasi pada bulan Mei 2027.
Penundaan pembayaran kupon ini mencerminkan profil bisnis ADCP yang melemah secara signifikan di tengah sentimen negatif berkepanjangan di sektor properti yang menyebabkan pemburukan profil keuangan Perusahaan.
"Kami menilai ADCP memiliki posisi likuiditas dan fleksibilitas pendanaan yang terbatas untuk memenuhi kewajiban keuangannya secara penuh dan tepat waktu," tutur Pefindo.
Pada saat yang sama, Pefindo menegaskan peringkat idAAA(cg) untuk Obligasi III yang masih beredar, yang sepenuhnya dijamin oleh Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF, (idAAA/Stabil).
Peringkat mencerminkan pasar captive ADCP dari pengguna jasa Light Rail Transit (LRT) dan kualitas aset yang baik. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh ukuran-ukuran struktur permodalan yang sangat agresif dan posisi likuiditas yang ketat, pendapatan berulang yang terbatas, serta paparan terhadap perubahan kondisi makroekonomi.
Ketidakmampuan perusahaan dalam mengatasi kinerja operasional yang lemah dan tantangan likuiditas dalam waktu dekat dapat berdampak pada penurunan peringkat lebih jauh.
"Namun, kami dapat meninjau peringkat dan prospek apabila ADCP mampu mengatasi permasalahan terkait kewajiban keuangan yang jatuh tempo," tulis Pefindo.
Peringkat Obligasi III mencerminkan penjaminan penuh, tanpa syarat, dan tidak dapat ditarik kembali dari CGIF berdasarkan perjanjian penjaminan dan kekuatan finansial CGIF yang superior. Peringkat dapat diturunkan apabila peringkat penjamin diturunkan atau terdapat pelanggaran terhadap perjanjian penjaminan yang mengakibatkan berakhirnya penjaminan.
Sebagai informasi,ADCP adalah pengembang yang mengkhususkan diri pada produk properti dengan konsep transit-oriented development (TOD).
Perusahaan menjual apartemen, gedung perkantoran, serta rumah tapak, dan menghasilkan pendapatan berulang dari hotel-hotel bermerek GranDhika di Jakarta, Semarang, dan Medan.
Per 31 Desember 2025, pemegang saham ADCP adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) 90 persen dan publik 10 persen.
(DESI ANGRIANI)