Mengacu laporan keuangan per 30 Juni 2026, ADHI memiliki kas dan setara kas sebesar Rp813 miliar, turun signifikan dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp1,71 triliun.
Penurunan kas tersebut terjadi seiring kondisi operasional ADHI yang mengalami tekanan arus kas hingga minus Rp751 miliar di semester I-2026 serta pembayaran utang dan beban keuangan secara neto mencapai Rp430 miliar. Penurunan likuiditas yang cepat itu mencerminkan tekanan berat pada bisnis dan keberlangsungan usaha perseroan.
Sementara Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dan Seri C memiliki emisi sebesar Rp2,46 triliun, sedangkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024 sebesar Rp102,7 miliar. Total emisi seluruh surat utang tersebut belum termasuk kupon mencapai Rp2,57 triliun.
(Rahmat Fiansyah)